Analysis of The Potential Impact of Regional Comprehensive Economic Partnership on the ASEAN Member Countries

Penulis: Makmun Syadullah, Miftahudin, Benny Gunawan Ardiansyah (Tahun 2017)

RCEP formation initiatives coming from Indonesia. The initiative has been made based on the response of ASEAN to maintain ASEAN centrality of the Chinese proposal regarding the establishment of the East Asia Free Trade Agreement (ASEAN + 3) and the Japanese proposal that wants Closer Economic Partnership in East Asia (ASEAN + 6) and the level of liberalization of trade in goods on trade cooperation ASEAN free (ATI-GA) and ASEAN + 1 (AANZFTA, ACFTA, AIFTA, AJCEP, AKFTA) average about 90%. Thus to optimize traffick-ing in the region need to be made of the free trade agreements in the region. However, RCEP not negate free trade agreement ASEAN free trade (ATIGA) and ASEAN + 1 (AANZFTA, ACFTA, AIFTA, AJCEP, AKFTA) said existing. The RCEP concept was initially endorsed by ASEAN leaders in November 2011. At ASEAN’s invitation officials from Australia and ASEAN’s five other FTA partners - China, India, Japan, ROK and New Zealand - participated in preparatory discussions in the latter half of 2012 to develop Guiding Principles and Objectives for Negotiating the RCEP, which were considered by ministers in August 2012. At the 7th East Asia Summit on 20, November 2012, then Prime Minister Julia Gillard and then Minister for Trade and Competitiveness Dr. Emerson joined Leaders from ASEAN and ASEAN’s FTA partners to officially launch the RCEP negotiations.

 

Klik disini...

Telah diterbitkan pada Journal of Social and Development Sciences


Cara Meningkatkan Kepatuhan Pajak Orang Indonesia

Penulis: Nopriyanto Hady Suhanda (Tahun 2017)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pada acara International Tax Conference (Jakarta, Juli 2017), mengatakan bahwa tax-to-GDP ratio atau rasio pajak terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia relatif stagnan sejak tahun 2008. Berdasarkan country report yang dikeluarkan oleh International Monetary Fund (IMF) untuk Indonesia pada tahun 2017, rasio pajak terhadap PDB Indonesia saat ini sekitar 12 persen dan berada di bawah rata-rata rasio pajak regional ASEAN yaitu sebesar 15,4 persen.

 

Klik dsini...

Telah diterbitkan pada website www.cnnindonesia.com


Percepatan Stimulus Belanja Pemerintah

Penulis: Joko Tri Haryanto (Tahun 2017)

Realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga 2017 hanya mencapai 5,06% year on year (yoy). Meski lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2015 yang hanya 4,77% atau 2016 sebesar 5,01%, pencapaian tersebut masih dianggap penggambaran melemahnya daya beli masyarakat akhir-akhir ini. Terlebih jika dikaitkan dengan konsensus beberapa ekonomi yang memprediksikan pencapaian sekitar 5,12% atau proyeksi dari Bank Indonesia (BI) yang menyentuh kisaran 5,17% (KONTAN, 7 November 2017). Menariknya berdasarkan riset Nielsen, disebutkan bahwa daya beli masyarakat memang sudah melemah sejak lima tahun terakhir. Hal ini dibuktikan dengan melorotnya pertumbuhan penjualan fast moving consumer goods (FMCG) (KONTAN, 3 November 2017).

 

Klik disini...


ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN


KONTAK: Jl. Dr. Wahidin No. 1 Gd. R. M. Notohamiprodjo, Jakarta Pusat 10710
email: ikp@fiskal.depkeu.go.id

  Kurs Pajak : KMK Nomor 30/KM.10/2018,   USD : 14,388.00    AUD : 10,656.46    GBP : 19,022.16    SGD : 10,553.52    JPY : 12,808.61    EUR : 16,819.73    CNY : 2,145.80