Stimulus Ekonomi Lebaran

Penulis: Joko Tri Haryanto (Tahun 2017)

Sebentar lagi warga Muslim di Indonesia akan memasuki periode bulan Ramadhan dan Lebaran. Periode tersebut biasanya menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah mengingat di bulan tersebut, biasanya ditandai dengan lonjakan transaksi ekonomi yang sangat signifikan. Bahkan dari perhitungan kebutuhan uang transaksi Lebaran 2016, seakan tidak mengenal istilah krisis. Kebutuhan uang transaksi Lebaran 2016 ditaksir mencapai Rp160,4 triliun atau naik sekitar 14,5% dibandingkan Lebaran 2015. Potensi ekonomi Lebaran 2016 makin spesial ketika diwaktu yang bersamaan profesi PNS/TNI/Polri mendapatkan pembayaran gaji ke-13 dan 14 secara berdekatan serta bersamaan waktunya dengan periode liburan sekolah.

Klik disini...

Telah diterbitkan pada Koran Investor Daily Tanggal 9 Mei 2017


Waspadai Ledakan Harga Pangan

Penulis: Joko Tri Haryanto (Tahun 2017)

Memasuki bulan Ramadhan dan Lebaran selalu ditandai dengan meroketnya harga-harga bahan pangan. Tanpa ada kebijakan khususnya dari sisi pasokan, maka kenaikan tersebut diperkirakan akan terus terjadi hingga 3 bulan ke depan. Artinya, pemerintah harus sesegera mungkin mengantisipasi hal ini jika tidak mau menghadapi kompleksitas permasalahan di periode puasa dan Lebaran tahun ini. Ingat bahwa ledakan harga pangan ini dapat menjadi bandul berat perekonomian. Dan sorotan semua pihak akan langsung mempertanyakan kinerja pemerintah jika hal ini benar-benar terjadi.   

Kenaikan harga dimulai dari komoditas cabai yang sudah meroket harganya sejak Januari dan hingga kini masih bertengger di harga Rp100 ribu per kg. Pergantian musim yang belum menentu diperkirakan akan memperparah ketersediaan cabai di pasaran. Berikutnya adalah komoditas daging sapi yang setia di harga Rp115 ribu per kg. Upaya impor daging kerbau yang dilakukan pemerintah pun sepertinya belum mampu menggeser preferensi masyarakat. Akibatnya harga daging sapi masih relatif tinggi hingga kini. Terkait impor daging sapi ini, pemerintah biasanya akan mengandalkan daging dari Australia. Namun situasi global yang ada pun sepertinya akan mempersulit langkah pemerintah.

Klik disini...

Telah diterbitkan pada Koran Investor Daily Tanggal 29 April 2017


Anticipating Return of Bilateralism

Penulis: Eko NM Saputro (Tahun 2017)

A year full bilateral engagements. This is a simple phrase to reflect the agenda of President Joko "Jokowi" Widodo at the end of 2016 and the beginning of 2017. The President closed his 2016 foreign policy agenda by visiting Iran and India and opened his 2017 international moves by visiting Australia before hosting a historic and entertaining visit by King Salman bin Abdulaziz Al Saud of Saudi Arabia a couple of weeks ago.

Click Here...

Telah diterbitkan pada The Jakarta Post Hari Selasa Tanggal 18 April 2017


ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN


KONTAK: Jl. Dr. Wahidin No. 1 Gd. R. M. Notohamiprodjo, Jakarta Pusat 10710
email: ikp@fiskal.depkeu.go.id

  Kurs Pajak : KMK Nomor 25/KM.10/2017,   USD : 13,286.00    AUD : 10,090.98    GBP : 16,942.84    SGD : 9,603.04    JPY : 11,976.71    EUR : 14,842.85    CNY : 1,950.15