Menikmati Dana Infrastruktur dari Forum Internasional

Penulis: Yiska Dini Nastiti (Tahun 2017)

Indonesia telah lama bergabung di berbagai forum dan organisasi internasional, baik tingkat regional maupun multilateral. Pada forum regional, misalnya, Indonesia telah bergabung dalam forum ASEAN bersama 9 negara lain di kawasan Asia Tenggara. Indonesia juga aktif di forum APEC yang beranggotakan 23 ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Secara lebih luas, Indonesia tergabung dalam organisasi multilateral, seperti Asian Development Bank (ADB), World Bank, International Monetary Fund (IMF), dan yang akhir-akhir ini sedang ramai dibicarakan, yaitu Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Dalam seluruh forum dan organisasi internasional tersebut, Indonesia tidak hanya menjadi negara anggota biasa tapi juga berperan aktif, misalnya dengan menjadi founding member dan menempatkan putra terbaiknya pada posisi penting. Dengan demikian, posisi Indonesia semakin kuat termasuk dalam mengambil manfaat dari setiap kerja sama di forum-forum internasional.

Klik Disini

Telah diterbitkan pada laman businessnews.id Tanggal 2 Oktober 2017


Rating Investasi dan Menjaga Momentum Pertumbuhan

Penulis: Joko Tri Haryanto, Peneliti BKF Kementerian Keuangan (Tahun 2017)

Indonesia akhirnya memperoleh status layak investasi oleh lembaga pemeringkat Standard and Poors (S&P) setelah melalui perjuangan yang sangat panjang. Meski melegakan, perlu diingat bahwa pencapaian ini bukan akhir segalanya, justru awal dari tugas berat selanjutnya. Perlu dicatat, meski peringkat surat utang jangka panjang dinaikkan dari BB+ menjadi BBB-, namun status investasi Indonesia masih berada dikisaran lower medium grade, jauh tertinggal dibandingkan beberapa negara ASEAN lainnya seperti Malaysia (A+), Filipina (BBB), Thailand (BBB+) dan Singapura (AAA).

 

Klik disini...


Solusi Kesenjangan dan Kemiskinan via Pertumbuhan Inklusif

Penulis: Joko Tri Haryanto, Peneliti BKF Kementerian Keuangan (Tahun 2017)

Dalam sebuah kesempatan, pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) memaparkan strategi besar mengatasi persoalan kesenjangan dan kemiskinan di Indonesia via pertumbuhan inklusif. Pertumbuhan inklusif dimaknai sebagai paket kebijakan yang berisi peningkatan produktivitas dan daya saing, didukung institusi birokrasi yang bersih dan efektif serta tata kelola pemerintahan yang melayani. Selanjutnya, pendanaan publik (APBN/APBD) akan berfungsi sebagai motor utama, tentu APBN/APBD yang kredibel, efektif dan berdaya tahan.

 

Klik disini...


ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN


KONTAK: Jl. Dr. Wahidin No. 1 Gd. R. M. Notohamiprodjo, Jakarta Pusat 10710
email: ikp@fiskal.depkeu.go.id

  Kurs Pajak : KMK Nomor 26/KM.10/2018,   USD : 13,923.00    AUD : 10,580.97    GBP : 18,532.57    SGD : 10,405.95    JPY : 12,726.78    EUR : 16,263.79    CNY : 2,173.07