Seminar Nasional Perekonomian Indonesia


Seminar Nasional

“Perekonomian Indonesia: Menghindari Risiko Middle Income Trap Melalui Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”


Jakarta (06/02): Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dan didukung oleh Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Perekonomian Indonesia: Menghindari Risiko Middle Income Trap Melalui Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”, bertempat di Aula Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan Jakarta. Seminar  dihadiri oleh para peserta yang berasal dari Jaringan Ahli Keuangan daerah (Regional Economist), Kementerian Keuangan, akademisi dan perwakilan-perwakilan Kementerian/Lembaga terkait terbagi dalam dua sesi.

Seminar dibuka oleh Ketua ISEI, Darmin Nasution. Dalam sambutannya, Darmin menyampaikan bahwa sudah saatnya Indonesia melakukan berbagai upaya dan inovasi di berbagai bidang untuk pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan dapat menggapai predikat negara High-Income Country.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Armida Alisjahbana, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Bappenas yang menyampaikan mengenai pertumbuhan jangka panjang yang inklusif dan berkelanjutan. Armida menyampaikan beberapa arahan kebijakan jangka menengah dan panjang yang perlu dipertimbangkan sebagai fokus seminar ini, antara lain peningkatan sumber daya manusia, investasi physical capital, peningkatan iptek dan inovasi, peningkatan pembangunan industri serta pembangunan institusi yang lebih baik.

Setelah sambutan dari Menteri PPN, Menteri Keuangan Chatib Basri memberikan sambutannya. Dalam sambutannya, Menkeu menyampaikan peranan kebijakan fiskal dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Menkeu mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi Bangsa Indonesia di masa yang akan datang akan sangat besar. Tantangan tersebut antara lain adalah Indonesia tidak dapat lagi hanya mengandalkan sumber daya alam dan manusia saja untuk dapat terbebas dari Middle Income Trap. Dibutuhkan extra effort dalam tahun 2014 ini untuk membangun pondasi perekonomian yang kuat bagi pemerintah selanjutnya. Setelah menyampaikan sambutannya, Menteri Keuangan dan Ketua ISEI melanjutkan kegiatan press conference sementara seminar dilanjutkan dengan Plenary Session I.

Sesi I: Middle Income Trap.

Sesi ini dibuka oleh M. Edhie Purnawan (Wakil Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada) sebagai Moderator. Sesi ini menghadirkan 4 (empat) pembicara yaitu Bambang P.S. Brodjonegoro (Wamenkeu II) yang menyampaikan tantangan bagi perekonomian Indonesia dalam konteks Middle Income Trap serta kebijakan pembangunan ke depan; Iskandar Simorangkir (Direktur Eksekutif/Kepala Pusat Riset dan Edukasi Bank Sentral Bank Indonesia)  yang membahas mengenai financial inclusion; Firdaus Djaelani (Komisioner Otoritas Jasa Keuangan) yang menyampaikan strategi dan dukungan sektor keuangan sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan; dan Anwar Nasution (Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia), yang mempresentasikan mengenai perspektif jangka panjang strategi pembangunan ekonomi Indonesia. Sesi ini kemudian ditutup dengan diskusi, tanya jawab, dan penyerahan tanda mata bagi para pembicara oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Andin Hadiyanto.

Sesi II: International Experience.

Sesi ini dibuka oleh Suahasil Nazara dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sebagai Moderator. Sesi ini disajikan dalam bahasa Inggris serta menghadirkan 3 (Tiga) pembicara yaitu Ndiame Diop (Indonesian Lead Economist of World Bank) yang menyampaikan Global Perspectives and Experiences of Economic Development Strategies to Support Sustainable and Equitable Growth; Edimon Ginting (Country Director of Asian Development Bank, Jakarta) yang menyampaikan Regional Perspective and Experiences of Economic Development Strategies and Policies to avoid Middle Income Trap; dan Woosung Lee (Researcher at the Science and Technology Policy Institute, South Korea) yang menyampaikan tentang Innovation Model Towards a knowledge-based country. Sesi ini dan keseluruhan acara kemudian ditutup secara resmi dengan  closing remarks  dari Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Andin Hadiyanto.(ka/mi/gh)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 50/KM.10/2018,   USD : 14,396.00    AUD : 10,522.46    GBP : 18,401.93    SGD : 10,493.19    JPY : 12,674.24    EUR : 16,334.46    CNY : 2,076.72