Seminar Perkembangan Ekonomi dan Fiskal Terkini Di Banda Aceh Tahun 2014


Banda Aceh (19/2): Pada hari Rabu, tanggal 19 Februari 2014, bertempat di Ballroom l The Sulthan International Hotel Banda Aceh, Kementerian Keuangan menyelenggarakan Seminar Perkembangan Ekonomi dan Fiskal Terkini. Acara sosialisasi ini diselenggarakan Badan Kebijakan Fiskal bekerja sama dengan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Seminar dibuka oleh Mukhtar, SH.,MM, Kepala Kanwil DJP Aceh Selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Aceh. dalam sambutannya KaKanwil DJP menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dari acara seminar ini adalah terciptanya suatu komunikasi antara Kemenkeu sebagai regulator dan perumus kebijakan keuangan dengan para akademisi untuk tukar-menukar informasi tentang isu-isu strategis. Seminar ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran dan sharing informasi antara Kemenkeu dengan para akademisi di daerah dan membahas isu-isu strategis baik pada saat ini dan di masa depan.

Mukhtar juga menyampaikan saat ini perlu memperhatikan  perkembangan perekonomian dunia dimana masih adanya ketidak pastian. Kemenkeu dengan dukungan dari banyak pihak akan berusaha meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya seminar ini merupakan sebuah upaya yang strategis untuk mempertemukan rekan-rekan daerah dan pusat serta kalangan kampus untuk mencari pandangan yang objektif dengan niat untuk meningkatkan kemajuan ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat secara bersama-sama. Tahun 2014 Pemerintah berpandangan ekonomi  global akan berjalan membaik meskipun mempunyai banyak tekanan dari eksternal dan internal (Downside risk). Membaiknya perkonomian global akan memberikan dampak positif bagi perkonomian domestik. Beberapa kebijakan global yg memperngaruhi antara lain The FED kembali mengurangi program QE3, Exit policy kebijakan moneter longgar negara maju, serta gejolak harga komoditas. Kondisi ini diharapkan menjadi pemacu masyarakat  untuk memberikan kontributor utama dalam perekonomian nasional. Karena saat ini Indonesia juga mempunyai keuntungan salah satunya dengan adanya peningkatan rasio jumlah penduduk usia produktif dan peningkatan penghasilan kelas menengah, serta kinerja investasi sudah sangat baik. Untuk itu pemerintah akan berusaha meningkatkan  perkonomian nasional salah satunya dengan cara memberikan insentif fiskal sehingga bisa mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Selain itu tantangan eksternal dan internal yg perlu menjadi perhatian kedepan antara lain  Potensi pelebaran Defisit APBN yang melampaui 3%, Hal ini disebabkan oleh adanya Defisit terhadap asumsi makro, risiko perkembangan subisidi BBM dengan kondisi Geosospol, serta deviasi asumsi makro terhadap realisasi riil.

Adapun peserta seminar yang hadir  terdiri dari perwakilan unit-unit eselon I Kementerian Keuangan baik dari pusat maupun dari daerah; perwakilan dari Universitas-universitas di Aceh dan sekitarnya serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi Aceh.

Seminar dibagi menjadi tiga sesi. Dalam sesi ini ditunjuk sebagai moderator adalah Djoko Prihatno, SH, MH Kepala Kanwil DJKN Aceh. Sesi pertama membahas mengenai Perkembangan Perkonomian Terkini dan Prospek 2014 disampaikan oleh Abdurahman, PhD. Kepala  Bidang Analisis Fiskal pada Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Dalam pembahasannya, Abdurahman menyampaikan mengenai, Perekonomian Indonesia saat ini dimana dibandingkan dengan negara anggota G20 dan Emerging Market Pertumbuhan Indonesia tertinggi ke tiga setelah Cina dan India serta paling stabil karena didukung oleh Fundamental ekonomi nasional yang sangat sehat, pertumbuhan ekonomi dan perkembangan tingkat kesejahteraan masyarakat yang terus meningkat dengan semakin besarnya kelas penghasilan ekonomi menengah dan keuntungan demografi dimana saat ini Indonesia berada dalam jumlah penduduk usia produktif yang besar serta indonesia mempunyai daya tarik investasi yang cukup tinggi bagi investor asing. selanjutnya beliau juga menjelaskan tentang Current Economy, Curent Domestic Economy, Curent Account Defisit dan Perkembangan Asumsi Makro APBN.

Sesi kedua membahas mengenai Kebijakan Transfer Ke Daerah yang disampaikan oleh Ir. Adijanto, M.P.A Direktur Dana Perimbangan, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Dalam pembahasannya, Adijanto menyampaikan arah kebijakan transfer ke daerah serta rincian dari transfer ke daerah, dimana dalam APBN 2014 transfer ke daerah sebesar 592,55 T. Yang terdiri dari 2 yaitu Dana Perimbangan 487,9 T dan Dana Otsus dan penyesuaian 104,62 T. Dana Perimbangan yang dibagi menjadi Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK). Sedangkan Dana Otsus dan Penyesuaian dibagi menjadi Dana Otus (Dana Otsus Papua, Dana Otsus Papua Barat, Dana Otsus Aceh, Dana Infrastruktur Otsus Papua, Dana Infrastruktur Otsus Papua Barat, Dana Keistimewaan DIY) dan Dana Penyesuaian (Tambahan Penghasilan Guru, Tunjangan Profesi Guru, Bantuan Profesi Guru, Bantuan Operasi Sekolah, Dana Insentif Daerah, Dana P2D2).

Sesi ketiga atau yang terakhir membahas mengenai Perkembangan Perekonomian Aceh dan Isu Fiskal Daerah (Quality Spending) yang disampaikan oleh Prof. Dr. Raja Masbar, MSc. Dosen FE Universitas Syiah Kuala. Dalam pembahasannya, Prof. Raja menyampaikan materi mengenai Perekembangan Ekonomi Aceh yaitu laju pertumbuhan PDRB, Inflasi, Pengangguran dan Kemiskinan terkini di Provinsi Aceh. Seminar kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta dalam seminar ini cukup aktif dan antusias, Hal ini terwujud dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber pada sesi tanya jawab ini. (gd/ds)

 

  Kurs Pajak : KMK Nomor 39/KM.10/2018,   USD : 14,856.00    AUD : 10,657.85    GBP : 19,469.42    SGD : 10,825.63    JPY : 13,288.31    EUR : 17,323.94    CNY : 2,165.30