Seminar Nasional: Tantangan Pengelolaan APBN dari Masa ke Masa


Jakarta, (30/11): Kementerian Keuangan menggelar seminar nasional bertajuk tantangan pengelolaan APBN dari masa ke masa. Seminar digelar di Aula Mezzanine, Gedung Djuanda I, Kompleks Kementerian Keuangan dengan menghadirkan tiga narasumber yang pernah menjadi menteri keuangan Republik Indonesia, yaitu Prof. Boediono, Chatib Basri dan Sri Mulyani Indrawati yang saat ini kembali menjambat sebagai menkeu. Acara yang juga disiarkan langsung oleh BPPK TV ini dipandu oleh Suahasil Nazara, Kepala Badan Kebijakan Fiskal.

Dalam seminar tersebut, baik Boediono, Chatib Basri dan Sri Mulyani sepakat bahwa menyusun APBN yang kredibel merupakan suatu hal mutlak yang harus dilakukan oleh kementerian keuangan, siapapun pemimpinnya. Boediono mencontohkan, pada masa periode jabatannya (2001 – 2004), ada beberapa tantangan yang ia hadapi, seperti pengelolaan utang negara pasca krisis 1998 dan belum baiknya sistem penganggaran dalam APBN.  Dalam situasi tersebut, menurutnya APBN tidak boleh menjadi sumber masalah melainkan harus menjadi solusi dari permasalahan yang terjadi. “APBN jangan sampai menjadi penyebab dari krisis” ujarnya.

Sejalan dengan yang diungkapkan Boediono, Menkeu menyampaikan betapa pentingnya menjaga APBN tetap kredibel. Menurutnya, APBN yang kredibel dapat digunakan oleh kementerian keuangan sebagai instrumen penting untuk menenangkan para pelaku ekonomi jika terjadi gejolak dalam perekonomian. “Selama APBN yang menjadi backbone kementerian keuangan merupakan APBN yang kredibel, maka kita bisa memimpin, kita bisa memberikan signaling dan menenangkan pelaku ekonomi” jelas Menkeu.

Lebih lanjut ia mengatakan, tidak hanya pada saat terjadi gejolak, APBN juga dapat dijadikan sebagai solusi dari segala macam situasi ekonomi. “APBN tidak seharusnya menjadi sumber masalah, namun menjadi solusi. Waktu ekonominya boom kita menjadi counter cyclical untuk mengademkan ekonomi, waktu ekonomi lemah maka kita bisa menjadi counter untuk men-stimulate (ekonomi)” ungkapnya.

Chatib Basri yang hadir sebagai narasumber ketiga menambahkan dari pengalamannya sebagai menkeu, bahwa APBN yang kredibel merupakan kunci penting bagi pemerintah. Oleh karena itu, dalam menyusun APBN yang kredibel para policy maker harus memperhatikan siklus ekonomi dengan melihat stabilitas makro ekonomi (is/pg)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 26/KM.10/2018,   USD : 13,923.00    AUD : 10,580.97    GBP : 18,532.57    SGD : 10,405.95    JPY : 12,726.78    EUR : 16,263.79    CNY : 2,173.07