V I S I : Menjadi Unit terpercaya dalam Perumusan Kebijakan Fiskal dan Sektor Keuangan yang Antisipatif
dan Responsif untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia Sejahtera

Badan Kebijakan Fiskal Berbagi Pengalaman Reformasi Subsidi BBM dengan Beberapa Negara G20


Jakarta, (4/12): Sejak beberapa tahun belakangan ini, Indonesia gencar melakukan reformasi APBN yang salah satunya adalah dengan mengubah belanja subsidi menjadi lebih tepat sasaran. Hal ini diungkapkan Suahasil Nazara, Kepala BKF Kementerian Keuangan, saat membuka acara Joint in Person Meeting Indonesia – Italy G20 Peer Review on Fossil Fuel Subsidy Reform. Menurut Suahasil, hal tersebut dilakukan agar APBN tetap kredibel. 

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa mereformasi belanja subsidi energi terutama bahan bakar minyak di Indonesia bukanlah hal yang mudah, karena isu subsidi mudah untuk dipolitisasi. Oleh sebab itu dalam upaya melakukan reformasi tersebut, komunikasi dengan lembaga legislatif yang juga ikut menetapkan APBN menjadi penting. 

Hal tersebut selaras dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati pada kesempatan yang sama.  Menkeu menjelaskan bila terdapat tiga isu yang menjadi tantangan dalam mereformasi subsidi energi di Indonesia, dimana isu politik menjadi yang utama selain dari isu administrasi dan sosial. Lebih lanjut Menkeu menerangkan bahwa isu politik terkait dengan komunikasi pemerintah (kementerian keuangan) bersama dengan lembaga legislatif (DPR). Komunikasi yang intensif dengan anggota dewan menjadi sangat krusial agar tujuan dari reformasi subsidi dapat tercapai. 

Selain dari isu politik, isu administrasi dalam mereformasi subsidi juga perlu diperhatikan. Menurut Menkeu, administrasi berkaitan dengan masyarakat yang berhak dan tidak berhak menerima manfaat dari subsidi yang diberikan oleh pemerintah. Di sisi sosial, pemerintah harus dapat memastikan jika subsidi bbm yang dihapus dapat dikompensasi dengan pemberian cash transfer yang dapat digunakan oleh masyarakat langsung untuk membeli kebutuhan sehari-hari. 

Kedepannya, Indonesia akan terus berupaya melakukan reformasi subsidi menjadi lebih tepat sasaran. Selain itu, Indonesia juga berkomitmen untuk terus mengembangkan energi baru terbarukan sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar  minyak dan batu bara yang nantinya akan berdampak pada pengurangan emisi karbon yang memiliki efek buruk terhadap perubahan iklim dan lingkungan.

Forum ini merupakan forum diskusi bagi Indonesia dengan negara – negara G20 dan beberapa negara non-G20 serta lembaga internasional seperti OECD dan IEA (International Energy Agency) untuk berbagi pengalaman dalam menyusun kebijakan yang terkait dengan subsidi. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menambah insight bagi pemerintah Indonesia dalam melanjutkan reformasi subsidi yang semakin baik dan tepat sasaran. (is/cs)

Eselon I Kementerian Keuangan


Hak Cipta BKF Kementerian Keuangan | Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Hubungi Kami
© 2015 Terms and Condition | Privacy Policy