V I S I : Menjadi Unit terpercaya dalam Perumusan Kebijakan Fiskal dan Sektor Keuangan yang Antisipatif
dan Responsif untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia Sejahtera

Hari ke-2 AIFED 2017, Para Inovator Berbagi Pengalaman Pemanfaatan Teknologi


Jakarta, (8/12):  Setelah sukses menggelar panel diskusi di hari pertama penyelenggaran AIFED 2017, pada hari ke-2 sesi panel terbagi menjadi dua, yaitu sesi inovator dan high level panel. Dalam sesi inovator, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan menghadirkan Dimas Utomo, Senior Vice President Gojek Indonesia; Tri Mumpuni, IBEKA; Prof. Nurul Taufiqu Rochman, Nano Scientist; dan Ahmad Zacky, CEO Bukalapak.

Para inovator tersebut diundang untuk membagikan pengalaman mereka seputar pengelolaan teknologi yang berdampak pada masyarakat luas. Gojek Indonesia misalnya, dengan ratusan ribu mitra dan merchant yang tersebar di seluruh Indonesia, berhasil memberdayakan masyarakat di sektor informal seperti driver gojek yang menjadi mitra mereka dan juga memperkuat usaha kecil atau mikro melalui layanan mereka seperti go food, go glam, go massage dan lainnya. Selain itu, Gojek Indonesia membuka akses terhadap layanan keuangan dan jaminan sosial semua mitranya. Menurut Dimas Utomo, teknologi akan terus berkembang. Untuk mewujudkan dampak sosial yang besar sebagai akibat adanya teknologi, dibutuhkan berbagai macam upaya untuk mengoptimalisasi teknologi saat ini dan yang akan datang. Oleh karena itu lanjutnya, dibutuhkan peran pemerintah dalam menyusun kurikulum pendidikan yang lebih berkualitas bagi generasi muda Indonesia.

Sementara itu Tri Mumpuni membagi pengalamannya yang telah aktif membantu pengembangan hydropower di wilayah – wilayah terpencil di Indonesia selama 20 tahun. Saat ini Tri dan timnya dari IBEKA (Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) telah membangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro di lebih dari 60 wilayah remote area di seluruh Indonesia. Ia menyampaikan jika dalam pembangunan pembangkit listrik di sebuah wilayah, ia memberdayakan masyarakat lokal wilayah tersebut. Hal tersebut ia lakukan, agar masyarakat lokal memiliki sense of belonging terhadap pembangkit listrik dan berupaya menjaga apa yang telah dibangun bersama-sama. Dengan demikian, upaya yang ia dan masyarakat lokal tersebut lakukan dalam membuka akses listrik ke wilayah tersebut menjadi sustainable.

Selain pemanfaatan teknologi untuk memberdayakan masyarakat, teknologi juga harus dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas. Prof. Nurul Taufiqu Rochman mengungkapkan salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan adalah nanotechnology. Menurutnya, saat ini pemanfaatan nanotechnology meningkat cukup signifikan dan ia memprediksi bahwa penggunaan teknologi tersebut akan mendominasi kehidupan sehari-hari kita di masa yang akan datang. Sebagai contoh, penggunaan nanotechnology di Indonesia saat ini telah menyentuh hampir seluruh peralatan yang kita gunakan sehari – hari, seperti bahan kosmetik, cat, oli, pakaian, obat – obatan, vitamin, bungkus makanan, bahan bangunan, barang elektronik, dll. Lebih lanjut ia menjelaskan, Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, dapat membuat berbagai macam produk dengan kombinasi dari penggunaan nanotechnology. Dengan nanotechnology, nilai tambah sumber daya alam Indonesia akan meningkat. Agar Indonesia dapat menikmati manfaat yang sebesar – besarnya dari nanotechnology, dibutuhkan campur tangan pemerintah dalam hal ini kerjasama antara pemerintah dan industri dalam pengembangan (research and development) teknologi tersebut.

Sesi terakhir panel inovator akhiri dengan presentasi dari Achmad Zaky, CEO Bukalapak yang berbagi pengalaman mengenai peranan Bukalapak dalam memberdayakan dan mendukung UKM dengan memberikan dukungan pemasaran melalui market place dan kredit tanpa agunan. (is/atn)

Eselon I Kementerian Keuangan


Hak Cipta BKF Kementerian Keuangan | Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Hubungi Kami
© 2015 Terms and Condition | Privacy Policy