Sosialisasi Kebijakan Fiskal kepada Mahasiswa Universitas Gunadarma


Jakarta, (7/3): Sebagai bentuk dari komitmen Badan Kebijakan Fiskal untuk mendiseminasikan segala hal terkait kebijakan fiskal kepada akademisi termasuk para mahasiswa, Badan Kebijakan Fiskal menggelar sosialisasi kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma.

Dalam kesempatan tersebut, dalam sambutannya, Lukas Lantip Ciptadi, Kepala Bagian Umum, Badan Kebijakan Fiskal menyambut baik kedatangan para mahasiswa tersebut. Ia berharap apa yang didapatkan dari kunjungan ke Badan Kebijakan Fiskal dapat memberikan insight kepada mahasiswa bagaimana BKF menyusun kebijakan fiskal. Selain itu mahasiswa bisa melihat dari perspektif yang berbeda, sehingga ada masukan yang mungkin bisa diberikan kepada BKF sebagai penyusun kebijakan fiskal.

Sesi diskusi yang menjadi acara inti sosialisasi dipandu oleh Eko Nur Prihandoko, Kepala Subbidang Multilateral Lainnya, Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral.  Diskusi yang terbagi menjadi dua sesi tersebut, diawali dengan paparan dari Yasir Niti Samudro, Kepala Subbidang Pengembangan Model, Pusat Kebijakan Ekonomi Makro. Yasir menyampaikan bahwa Indonesia sebagai small open economy, sangat terpengaruh oleh kondisi global. Jika ekonomi global optimis, maka ekonomi Indonesia juga menjadi optimis. Oleh karena itu, dalam menyusun kebijakan fiskal, hal pertama yang akan dilihat ialah kondisi perekonomian global.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2017 relatif membaik. Di kuartal IV, pertumbuhan mengalami kenaikan cukup tinggi, hal ini ditopang oleh investasi yang meningkat cukup signifikan. Investasi di tahun 2017, masih terpusat di Pulau Jawa dengan investor terbesar berasal dari Singapura. Konsumsi rumah tangga masih menjadi komponen terbesar dalam pertumbuhan dengan angka sebesar 58%.  Dari sisi kinerja ekspor dan impor, pada tahun 2017, pertumbuhan ekspor lebih tinggi dibandingkan impor, dimana selama periode 2012 – 2016 impor Indonesia selalu lebih tinggi dibanding ekspor. Sementara itu, pertumbuhan berdasarkan kawasan, hampir seluruhnya menunjukkan peningkatan terutama di Pulau Kalimantam. Hal ini disebabkan oleh naiknya harga komoditas dunia.

Meskipun pertumbuhan Indonesia membaik, masih ada beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh Indonesia, seperti ketidakpastian kebijakan di negara – negara maju, resiko geopolitik di beberapa negara di dunia dan berlanjutnya moderasi Tiongkok.

Selanjutnya Dalyono, Kepala Bidang Multilateral, Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral menyampaikan tentang peran Indonesia dalam forum multilateral. Dalyono mengungkapkan bahwa Indonesia telah menjadi anggota di beberapa forum multilateral. Salah satunya ialah keanggotaan di forum G20 yang menjadi forum multilateral terbesar di dunia. Dengan anggota dari Tiongkok, India, Amerika Serikat dan Indonesia, G20 mewakili 2/3 penduduk dunia dengan total Gross National Product (GNP) mencapai hampir 90% dan menguasai 80% total perdagangan dunia. Beberapa isu yang diangkat dalam forum G20, diantaranya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, kuat dan berimbang, kerjasama perpajakan seperti taxbase erosion and profit shifting dan automatic exchange of information, serta keuangan inklusif. Dalam forum G20, Indonesia merupakan satu – satunya wakil dari negara ASEAN.

Selain itu, Indonesia juga tergabung dalam keanggotaan World Bank. World Bank yang merupakan bank pembangunan dunia beranggotakan 184 negara memiliki beberapa prioritas isu yang diangkat seperti isu pembangunan yang meliputi kemiskinan, kesenjangan, sdm, urbanisasi dan keseteraan gender. Isu lain yang menjadi perhatian World Bank ialah liberalisasi ekonomi dan perubahan iklim. Saat ini, saham Indonesia mencapai 1,03% dan merupakan terbesar diantara negara ASEAN. Indonesia juga menempatkan executive director di World Bank secara bergiliran dengan negara lain. Beberapa keanggotaan yang diikuti Indonesia lainnya seperti ADB, AIIB, IDB dan WTO. (is/cs)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 50/KM.10/2018,   USD : 14,396.00    AUD : 10,522.46    GBP : 18,401.93    SGD : 10,493.19    JPY : 12,674.24    EUR : 16,334.46    CNY : 2,076.72