Industri Keuangan Syariah Harus Dimulai dari Pembangunan Industri Halal


Makassar, (5/7): Kepala Bappenas sekaligus Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Bambang Brodjonegoro mengatakan pengembangan industri keuangan syariah harus dimulai dari pembangunan industri halal di sektor riil. Hal ini disampaikan pada pidato kunci hari kedua penyelenggaraan Annual Islamic Finance Conference (AIFC) yang berlangsung di Makassar.

Menurut Bambang, masih pasifnya Indonesia menjadi pemain industri di sektor riil, terutama di sektor industri halal, menjadi salah satu latar belakang masih stagnannya industri keuangan syariah di dalam negeri. “Jika pemain industri halal semakin besar, maka permintaan terhadap produk keuangan syariah akan meningkat,” ujar Bambang.

Untuk mengembangkan industri keuangan syariah, Bambang mengatakan sektor riil yang berbasis industri halal seperti makanan, fesyen, dan perjalanan harus memperbaiki kualitasnya. Salah satu strateginya adalah mengembangkan industri fintech.

Bambang menjelaskan perbankan syariah tidak bisa lagi bergantung pada cara-cara tradisional untuk mengembangkan bisnis dan mencari nasabah potensial, melainkan harus mencari inovasi baru yang lebih solutif. Sinergi dengan fintech yang berbasis kepada jaringan teknologi sangat dibutuhkan perbankan syariah, karena dianggap bisa memberikan efisiensi dan pelayanan jasa dalam waktu cepat kepada para konsumen.

Bambang menambahkan, saat ini pemerintah telah membentuk sejumlah program untuk mendukung akses keuangan, khususnya di wilayah mikro, seperti Bank Wakaf Mikro. Dengan demikian, diharapkan program tersebut tak hanya dapat meningkatkan jumlah pelaku UMKM, tetapi juga akses mereka terhadap pinjaman keuangan berbasis syariah.

Pada hari kedua seminar AIFC kali ini juga diumumkan pemenang Call For Paper AIFC 2018 yang merupakan ajang bagi para akademisi dan peneliti untuk menuangkan gagasan dalam upaya meningkatkan peran keuangan syariah di era digital. Dan para pemenangnya adalah: juara pertama, Imam Wahyudi Indrawan dan Sebastian Herman dari International Islamic University Malaysia; juara kedua, Arif Widodo dari Universitas Muhammadyah Yogyakarta, dan; juara ketiga, Andi Aswan, dkk., dari Universitas Hasanuddin, Makassar. (atw/cs)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 50/KM.10/2018,   USD : 14,396.00    AUD : 10,522.46    GBP : 18,401.93    SGD : 10,493.19    JPY : 12,674.24    EUR : 16,334.46    CNY : 2,076.72