Masuki Tahun Politik, Suahasil: APBN Tidak Boleh Jadi Sumber Ketidakpastian


Jakarta, (24/10); Di tengah kondisi ekonomi global yang bergejolak serta memasuki tahun 2019 yang merupakan tahun pemilihan legislatif dan presiden, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara memastikan APBN tidak boleh menjadi sumber ketidakpastian dan menambah keragu-raguan.

“RAPBN 2019 disusun berdasarkan 3 prinsip yakni sehat, adil, dan mandiri,” Kata Suahasil dalam Business Forum Bank BNI pada Rabu (24/10).

APBN Sehat  tercermin dari defisit APBN yang semakin turun dan keseimbangan primer menuju arah positif. APBN Adil artinya terdapat keseimbangan antara pembangunan fisik dan SDM, pembangunan pusat dan daerah, serta pajak yang progresif. Sedangkan APBN Mandiri berarti penerimaan pajak menjadi sumber utama belanja negara.

Pada forum yang mengangkat tema Outlook Ekonomi Indonesia Pada Tahun Politik 2019 ini, Suahasil menyampaikan prediksi IMF yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2018-2019 dalam World Economic Outlook Oktober 2018. Proyeksi yang pada Maret 2018 diperkirakan berada di angka 3,9%, diturunkan IMF menjadi 3,7%.

“Penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global ini dikarenakan adanya trade yang turun. Artinya ekspor dan impor negara-negara di dunia tidak tumbuh. Dan ini berarti risiko ke depan mengenai pertumbuhan ekonomi tetap ada,” ungkap Suahasil.

Di dalam negeri, pertumbuhan GDP Indonesia masih didominasi konsumsi dan investasi. Sedangkan angka ekspor masih sangat kecil. Dikatakan Suahasil, pemerintah terus menjaga konsumsi dengan cara meningkatkan daya beli dan menahan inflasi. Daya beli ditingkatkan dengan belanja sosial seperti bantuan pangan nontunai dan Program Keluarga Harapan (PKH), sedangkan inflasi dijaga salah satunya dengan menahan harga BBM. Untuk menumbuhkan nilai ekspor, Suahasil mengatakan pemerintah telah menyediakan lingkungan agar industri hulu berkembang. Salah satunya adalah dengan memberikan insentif pajak kepada 17 sektor industri hulu.

Lebih lanjut, Suahasil menyampaikan bahwa realisasi APBN Per September 2018 menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari pendapatan negara yang tumbuh 18% dan belanja negara tumbuh 10%. (atw/fms)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 47/KM.10/2018,   USD : 14,702.00    AUD : 10,626.17    GBP : 19,077.64    SGD : 10,663.83    JPY : 12,913.31    EUR : 16,637.73    CNY : 2,117.26