Menkeu : Kinerja Perekonomian dan APBN 2018 Sangat Baik


Jakarta (2/1) – Mutu dan kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 semakin membaik yang dibuktikan dengan indikator kesejahteraan yang menunjukkan perbaikan. Itulah kalimat pembuka Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI saat dilangsungkannya konferensi pers ‘Kinerja dan Realisasi APBN 2018’ yang bertempat di Gedung Juanda I Kementerian Keuangan (2/1).

“Tahun 2018 telah ditutup dengan perekonomian yang tetap terjaga positif dan stabil di tengah kondisi ketidakpastian global karena kita menggunakan APBN secara aktif”, ujar Sri Mulyani. 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 mencapai 5,15%, lebih tinggi dari pencapaian tahun 2017. Inflasi terkendali di tingkat yang rendah, nilai tukar rupiah juga dapat dijaga pada level rata-rata Rp14.247/USD. Hasil pembangunan terus menunjukkan perbaikan dengan tingkat kemiskinan yang berhasil turun ke single digit 9.82% dibanding 2007 sebesar 16,58%; tingkat pengangguran turun ke 5,34% dan lebih siap menghadapi Industry 4.0; serta gini ratio yang lebih rendah ke tingkat 0,389.

“Upaya pemerintah untuk pemerataan telah menunjukkan hasil”, lanjutnya.

Selanjutnya, realisasi APBN 2019 menunjukkan kinerja yang sangat sehat dan kredibel. Defisit sebesar 1,76% dari PDB, lebih kecil dari target APBN sebesar 2,19% dari PDB. Keseimbangan Primer menuju nol, yakni negatif Rp1,8 triliun yang jauh lebih baik dari rencana APBN sebesar negatif Rp87,3 triliun. Pendapatan negara tahun 2018 juga melampaui target APBN sebesar 102,5% dari APBN 2018, yakni Rp1.942,3 triliun. Realisasi belanja negara mencapai 99,2% dari APBN 2018, capaian optimal yang mendukung target pembangunan 2018. Pembiayaan anggaran tahun 2018 dapat ditekan lebih rendah Rp25,5 triliun dari target APBN sehingga tumbuh negatif dari realisasi tahun 2017.

“Dengan situasi yang sangat baik dan optimal tersebut, inilah pertama kali dalam lima belas tahun terakhir, kita tidak membuat perubahan UU APBN”, ungkap Sri Mulyani.

Meskipun tidak ada perubahan UU APBN, masih terdapat realokasi dana untuk kegiatan-kegiatan besar seperti Asian Games dan Paragames, penanggulangan bencana, alokasi Program Keluarga Harapan (PKH), serta reformasi birokrasi di K/L.

“Pendapatan dan belanja negara 2018 pada tanggal 31 Desember malam telah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo. Kinerja APBN 2018 dinilai sangat positif serta telah dikelola secara hati-hati dan bertanggung jawab”. 

“Kita menutup tahun 2018 dengan rasa syukur. Terima kasih atas dedikasi dan kinerja yang luar biasa. Kita harus optimis dalam memasuki tahun 2019, namun tetap waspada terhadap berbagai perkembangan dan tantangan yang akan datang”, tutup Sri Mulyani. (fm/is)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 15/MK.10/2019,   USD : 14,260.00    AUD : 10,111.63    GBP : 18,933.63    SGD : 10,541.59    JPY : 12,798.57    EUR : 16,151.05    CNY : 2,123.53