Kunjungan Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta


Jakarta (6/3): Bertempat di ruang Aula lantai 2 Gedung R.M. Notohamiprodjo Kementerian Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal  (BKF) kembali menerima kunjungan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada kesempatan ini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memilih tema “ASEAN 2015, Threat or Opportunity dan Peran Indonesia dalam Forum APEC dan Kebijakannya”. Acara dibuka oleh Dewi Puspita, Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan, Sekretariat Badan, BKF. Dalam sambutan pembukanya Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan memberikan ucapan selamat datang di Kementerian Keuangan dan meminta pada mahasiswa untuk tidak segan-segan menanyakan apa saja yang ingin diketahui karena bisa langsung bertemu dengan ahli yang kompeten dibidangnya sehingga setelah acara ini semoga bisa menjadi terang benderang. Ada pertanyaan menarik yang dilayangkan Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan ini kepada ketua rombongan mahasiswa kenapa lebih memilih tema Internasional , “Kenapa tema seperti subsidi, ekonomi makro, APBN, perubahan iklim tidak dipilih padahal merupakan isu strategis nasional yang biasa diminta oleh mahasiswa, tapi kali ini lebih memilih tema internasional, Saya tau kenapa tema ini dipilih mungkin karena Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah mau jadi konsulat dan dubes Indonesia dimasa depan, Amiin” seraya melempar senyum dan disambut tepuk tangan oleh mahasiswa dan selanjutnya sedikit memberikan gambaran umum tentang struktur organisasi Kementerian Keuangan.

Kemudian acara di lanjutkan dengan sambutan perwakilan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta oleh Ketua Jurusan Mahasiswa Manajemen UIN Anne Virginia yang mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara Company Visit Program ini. Anne menyampaikan tujuan acara Company Visit Program ini adalah untuk mendapat informasi mengenai kiprah Indonesia di APEC dan persiapan Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Karena generasi muda Indonesia akan menjadi pelaku utama dan berperan aktif dalam pembangunan Indonesia ke depan sehingga dengan informasi ini semoga akan menumbuhkan semangat pergerakan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai agen perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. selanjutnya acara dilanjutkan dengan foto bersama sebelum masuk dalam sesi diskusi.

Sesi selanjutnya dilanjutkan dengan acara diskusi dimana sebagai Moderatornya adalah Hendro Ratnanto Joni, Kepala Subbidang Pengelolaan Data Risiko Fiskal, Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal, BKF. Sebagai pembicara pertama Dalyono, Kepala Bidang ASEAN, Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral, BKF dan pembicara kedua Ari Sulistyowati, Kepala Subbidang Forum Keuangan APEC , Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral, BKF.

Pembicara pertama, Dalyono memaparkan tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 Dalam Perspektif Kerjasama Keuangan ASEAN. Beliau menyampaikan MEA merupakan respon dari tranformasi ekonomi dimana barang dan jasa akan bergerak lebih bebas karena tuntutan perkembangan zaman, dimana perkembangan ekonomi global ada beberapa negara yang mengalami pertumbuhan cukup pesat seperti India dan China,  hal ini akan memberikan dampak nyata pada perekonomian anggota ASEAN. Untuk itu ASEAN perlu membuat suatu wadah untuk mewujudkan tujuan agar bisa mensejahterakan seluruh ASEAN. MEA terdiri dari 3 komponen yaitu ASEAN Economic Community (AEC), ASEAN Socio Cultural Community (ASCC) dan ASEAN Political Security Community (APSC). MEA dibangun dengan 4 pilar utama yaitu Single market and production based, Competitive Economic Region, Equitable Economic Development, dan Integration into The global Economy. Selain itu juga mejelaskan Dimensi Keuangan dalam MEA 2015, Economic Outlook: ASEAN dan Indonesia, Peluang dan Tantangan Indonesia, serta Respon Kebijakan Menuju MEA 2015.

Pembicara kedua Ari Sulistyowati, memaparkan Indonesia dalam APEC Finance Minister’s Process (FMP). Ari memberikan sedikit penjelasan dimana perbedaan yang jelas antara ASEAN dan APEC adalah di sisi Komitmen, dimana kalau di dalam APEC komitmen itu tidak mengikat pada anggotanya karena lebih bersifat Non-Binding dan Open Dialouge yang berupa sharing informasi mengikat secara moral anggotanya. Selain itu juga menjelaskan Tema dan Agenda Keketuaan Indonesia dalam APEC FMP 2013 yang diselenggarakan di Indonesia, Agenda APEC 2014 dan Relevansinya bagi Indonesia.

Pada akhir diskusi diberikan satu sesi khusus tanya jawab antara peserta dan pembicara untuk mendalami materi yang telah dipaparkan oleh pembicara. Sesi ini berlangsung cukup seru dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan mahasiswa dan pemberian doorprize oleh para pembicara bagi peserta yang dapat menjawab dan memberikan pertanyaan yang dinilai terbaik oleh pembicara. Acara sosialisasi kebijakan fiskal ini  diakhiri dengan pertukaran cinderamata dari Badan Kebijakan Fiskal dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (gh/ip/ar)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 26/KM.10/2018,   USD : 13,923.00    AUD : 10,580.97    GBP : 18,532.57    SGD : 10,405.95    JPY : 12,726.78    EUR : 16,263.79    CNY : 2,173.07