OECD Southeast Asia Regional Forum


Bertempat di Hotel Grand Nikko Nusa Dua, Bali, Kementerian Keuangan bekerjasama dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menyelenggarakan "OECD Southeast Asia Regional Forum: Regional Competitiveness for Sustained Growth" yang dihadiri oleh 28 negara, 7 organisasi internasional, serta 9 pihak swasta dan organisasi lainnya.  Tujuan diselenggarakannya forum ini adalah untuk mendukung proses integrasi dan reformasi ekonomi regional terutama negara-negara ASEAN atau dikenal sebagai Southeast Asia Regional Programme yang berfokus pada sembilan kunci utama yaitu : pajak, investasi, perubahan regulasi, small and medium-sized Enterprises (SME-s), konektivitas dan peranan Public Private Partnerships (PPPs) dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan dan keahlian, perdagangan, inovasi, dan gender. Forum ini berlangsung pada tanggal 25-26 Maret 2014 dengan agenda Expert Seminar dan High Level Meeting.

Expert Seminar pada tanggal 25 Maret 2014 dibuka oleh Andin Hadiyanto selaku Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan dan Marcos Bonturi selaku Direktur OECD Global Relations. Para partisipan dan OECD menyampaikan pandangan masing-masing tentang program regional di Asia Tenggara dan mendiskusikan cara mengatasi ketidakpastian di masa depan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan ekonomi regional terutama di Asia Tenggara. Disampaikan pula bahasan tentang reformasi struktural di berbagai bidang antara lain investasi, infrastruktur, perdagangan dan regulasi dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing, produktivitas dan lapangan pekerjaan. Lebih lanjut, partisipan mendiskusikan tentang cara dan prioritas masing-masing negara Asia Tenggara dan OECD untuk mencapai pertumbuhan yang berkesinambungan dan merata serta berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui kebijakan ekonomi dan sosial dalam bentuk perluasan reformasi kebijakan di bidang perpajakan, perndidikan, SMEs dan inovasi.

High Level Seminar pada tanggal 26 Maret 2014 dibuka oleh M.Chatib Basri, selaku Menteri Keuangan dan Angel Gurria, selaku  Sekretaris Jenderal OECD.  Berdasarkan hasil diskusi dari expert seminar, partisipan membahas reformasi struktural dan mendiskusikan sinergi antara program kerja dan prioritas dari sembilan kunci utama untuk perkembangan Program Regional.

Melalui pidatonya, Andin Hadiyanto  mengungkapkan bahwa kerja sama ASEAN dan OECD fokus pada beberapa hal antara lain: peningkatan kualitas tenaga kerja dan produk, aspek-aspek kompetitif seperti kebijakan terkait, perlindungan konsumen dan hak cipta, pengembangan infrastruktur, pajak dan e-commerce dan yang terakhir adalah penyamarataan pembangunan regional.  Pembangunan infrastruktur dan public-private yang kondusif dengan kepemilikan masing-masing pihak dalam PPPs yang jelas serta pengembangan dan transformasi produktivitas regional juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan ekonomi industri.

Chatib Basri menyatakan bahwa tiga area Asia yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan perekonomian dunia adalah Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara.  Semakin pesatnya pertumbuhan penduduk Asia nantinya, maka peran negara Asia akan semakin krusial. Tiga hal paling penting yang harus tetap diperhatikan untuk menjaga stabilitas ekonomi adalah financing, quality of human resources dan government.  “Negara dan penduduknya tidak dapat hanya bergantung pada sumber daya alam saja, melainkan harus mampu melakukan reformasi berkelanjutan dan butuh improvisasi.  Dengan merubah tingkah laku konsumen, pola konsumsi juga akan berubah", ungkap Chatib Basri dalam pidatonya. (pns/ds)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 26/KM.10/2018,   USD : 13,923.00    AUD : 10,580.97    GBP : 18,532.57    SGD : 10,405.95    JPY : 12,726.78    EUR : 16,263.79    CNY : 2,173.07