Rapat Panja PNBP Non Migas, Dividen BLU, Defisit dan Pembiayaan dalam RAPBN TA 2018


Jakarta, (12/6) : Melanjutkan pembahasan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2018, Pemerintah bersama dengan Badan Anggaran DPR RI pada Senin, 12 Juni 2017 kembali menggelar Rapat Panja PNBP Non Migas, Dividen BLU, Defisit dan Pembiayaan dalam RAPBN Tahun 2018. Bertindak sebagai Koordinator Panja Pemerintah, yaitu Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara.

Rapat Panja yang diselenggarakan di Ruang Sidang Banggar DPR RI ini menghadirkan enam Kementerian/ Lembaga (K/L) penyumbang PNBP terbesar, yaitu Kementerian Perhubungan, Kementerian Hukum dan HAM, Kepolisian RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Pada Rapat Panja ini tiap-tiap K/L mempresentasikan pencapaian selama beberapa tahun terakhir, kontribusi terhadap APBN, realisasi pencapaian PNBP 2017, strategi dan arah kebijakan PNBP 2018, serta pendalaman terkait potensi-potensi penerimaan RAPBN 2018.

Pada sesi kedua, rapat panja membahas Dividen BLU dengan menghadirkan Imam Apriyanto Putro, selaku Sekretaris Jenderal Kementerian BUMN, serta membahas kebijakan defisit dan pembiayaan anggaran tahun 2018 dengan menghadirkan Robert Pakpahan, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).

Sementara itu, di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI juga berlangsung Pembahasan Asumsi Makro dalam Pembicaraan Pendahuluan RAPBN 2018. Pembahasan tersebut dihadiri oleh Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Kepala BAPPENAS Bambang Brodjonegoro, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto. Pada kesempatan ini, Sri Mulyani menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 akan difokuskan pada bagaimana menjaga kondisi domestik, dimana faktor konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah akan diupayakan menjadi faktor pendorong perekonomian domestik. (atw/lnf)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 25/KM.10/2017,   USD : 13,286.00    AUD : 10,090.98    GBP : 16,942.84    SGD : 9,603.04    JPY : 11,976.71    EUR : 14,842.85    CNY : 1,950.15