Partisipasi Peneliti BKF dalam The 6th IRSA International Institute Manado


Manado, (17/7): Indonesian Regional Science Association (IRSA) kembali menggelar konferensi ilmiah internasional untuk yang keenam kalinya. Kali ini bertempat di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Sulawesi Utara dengan mengangkat tema “Maritime Infrastructure and Regional Development”. Tahun ini IRSA bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi. Konferensi diselenggarakan selama dua hari dari tanggal 17 sampai 18 Juli 2017 dilanjutkan dengan Social Program pada tanggal 19 Juli 2017.

The 6th IRSA International Institute dibuka dengan laporan Organizing Committee Chair, Dr. Noldy Tuerah, dilanjutkan dengan pidato sambutan Ketua Regional Science Association International, Dr. Budi Resosudarmo dan Presiden IRSA, Prof. Priarsono. Dalam sambutannya, Presiden IRSA berpesan semoga dengan pertemuan ini para akademisi dari perguruan tinggi dapat bersinergi dengan para peneliti dengan menyumbang ide-ide terbaiknya dalam kontribusi pembangunan Indonesia terutama dalam hal infrastruktur maritim dan pembangunan daerah. “Enjoy the conference, present your work, ask questions, and build up your research networks”, imbuhnya. Tahun ini sebanyak 316 paper berhasil di-submit namun hanya 198 tulisan yang lolos untuk dipresentasikan. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan Plenary Session dan Parallel Session.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pejabat fungsional peneliti Badan Kebijakan Fiskal turut berpartisipasi dalam konferensi. 17 orang pejabat fungsional peneliti Badan Kebijakan Fiskal berhasil lolos dan mempresentasikan papernya pada konferensi IRSA tahun ini. Judul-judul paper yang dipresentasikan:

  1. Promoting Private Investment to Improve Local Service Delivery in Indonesia (Rita Helbra T.),
  2. Analysis of Several Financing Aspects to Support the Environmentally Maritime Sector in Indonesia (Mahpud Sujai),
  3. Towards More Efficient Domestic Fishery : A Stochastic Frontier Analysis (Eko W.), A Policy Analysis of Tax Incentives for The Eastern Indonesia (M. Zainul A.),
  4. First Year Impact of State Asset Management Agency (Taufan P.),
  5. The Effectiveness of the Use of Village Fund in Sunda Kelapa Village, Pondok Kelapam Central Bengkulu (Akhmad Yasin),
  6. Estimating the Size and Impact of Online-Based Transportation in Indonesia (Anda N.),
  7. The Effectivity of Indonesia Credit for Business Programme (KUR) in Period  of 2010-2014 (Yusuf M.),
  8. A Comparative Study of Australia, Chinese, and Indonesia Mineral Taxation Regime : Which One is More Attractive? (Hadi S.), 
  9. The Impact of Imposition Vat on Staple Goods to Poverty in Indonesia (Sofia A. dkk.),
  10. Formulate Dividend Policy of State Owned Enterprises for Accelerating Infrastructures Development (M. Nasir),
  11. Fly Paper Effect on Unconditional Grant, Non-Matching Grant, and Regional Revenue to Regional Spending in the Provinces of Western and Eastern Parts of Indonesia (Cornelius T.),
  12. Evaluation on Provincial Distribution of the Indonesia Infrastructure Government Spending (Hidayat Amir),
  13. Impact Analysis of the Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) toward the Indonesia Economy (Irwanda W.W.)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 49/KM.10/2017,   USD : 13,541.00    AUD : 10,210.46    GBP : 18,170.40    SGD : 10,025.91    JPY : 11,981.28    EUR : 15,962.94    CNY : 2,045.10