Workshop IDR Infrastructure Project Bonds in Indonesia


Bogor, (26/7): Bekerja sama dengan Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), Badan Kebijakan Fiskal menggelar workshop “IDR Infrastructure Project Bonds in Indonesia”. Workshop yang diselenggarakan di Hotel Novotel Bogor ini, dihadiri oleh beberapa regulator dalam industri jasa keuangan dan pelaku pasar obligasi yang berpotensi untuk berinvestasi pada infrastructure project bonds Indonesia antara lain Taspen dan BPJS Ketenagakerjaan.

Gandi Setiawan, Kepala Bidang Kerjasama ASEAN, Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral, BKF yang berkesempatan membuka acara workshop, menyampaikan bahwa tujuan diadakannya workshop tersebut adalah sebagai wadah bagi regulator atau pemerintah maupun pelaku pasar obligasi di Indonesia untuk bersama-sama mengidentifikasi tantangan berinvestasi melalui instrumen obligasi berbasis proyek infrastruktur yang berdenominasi rupiah. Seperti yang diketahui, saat ini pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur di Indonesia, alasannya karena infrastruktur merupakan salah satu roda penggerak ekonomi. Namun demikian, untuk membangun infrastruktur, dana yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Menurut Gandi, hal ini yang menjadi salah satu tantangan cukup besar di tengah APBN yang jumlahnya terbatas. Reformasi fiskal dengan meningkatkan penerimaan perpajakan dan kualitas belanja merupakan beberapa langkah yang telah ditempuh pemerintah dalam upaya untuk menghadapi tantangan tersebut.

Selain itu, Gandi menambahkan peningkatan peran swasta dalam pembiayaan infrastruktur juga dapat menjadi solusi untuk menambah keterbatasan porsi dana infrastruktur dalam APBN. Lebih lanjut ia menjelaskan, upaya yang dapat ditempuh oleh swasta untuk menutupi kekurangan dana tersebut dengan melakukan investasi menggunakan instrumen investasi jangka panjang seperti obligasi berbasis proyek, terutama bagi perusahaan pengelola dana pensiun dan asuransi jiwa. Namun, ia melanjutkan masih ada beberapa kendala yang dihadapi oleh perusahaan-perushaan pengelola dana tersebut sehingga mengakibatkan masih kecilnya tingkat partisipasi mereka. Oleh karena itu Gandi berharap workshop ini dapat memberikan insight baru kepada regulator dan pemain untuk memformulasikan kebijakan yang tepat sebagai solusi dalam kendala yang dihadapi oleh investor.

Dalam workshop tersebut dibahas beberapa topik seperti pengalaman CGIF dalam memberikan fasilitas penjaminan kredit dan investasi di kawasan ASEAN+3 dan kebijakan terkait investasi di pasar obligasi saat ini serta tantangan dalam investasi dengan obligasi berbasis proyek. Beberapa narasumber dalam acara tersebut antara lain; Boo Hock Khpo, CGIF; Dodo Suharto, BPJS Ketenagakerjaan; dan Raden Bayu dari Taspen. (IS)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 49/KM.10/2017,   USD : 13,541.00    AUD : 10,210.46    GBP : 18,170.40    SGD : 10,025.91    JPY : 11,981.28    EUR : 15,962.94    CNY : 2,045.10