Menteri Keuangan RI Membuka The 2nd Annual Islamic Finance Conference (AIFC)


Yogyakarta (23/8): Bekerjasama dengan Islamic Research and Training Institute – Islamic Development Bank Group (IRTI-IDBG), Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), serta didukung oleh World Bank dan Universitas Gadjah Mada, Kementerian Keuangan menggelar The 2nd Annual Islamic Finance Conference (AIFC) di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Seminar yang bertajuk “The Role of Islamic Finance in Eradicating Poverty and Income Inequality” ini menghadirkan narasumber praktisi dari berbagai negara yang menggeluti keuangan syariah. Dengan memfasilitasi dialog tingkat tinggi antar peserta, diharapkan acara ini dapat memperkuat peran dari keuangan syariah dalam menanggulangi kemiskinan dan memangkas kesenjangan pendapatan guna mendukung implementasi sustainable development goals (SDG’s).

Mengawali acara seminar, hadir Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara dan Sekretaris Daerah DI Yogyakarta, Gatot Saptadi, untuk menyampaikan welcoming remark-nya pada seminar AIFC 2017. Dalam kesempatannya, Suahasil menyampaikan bahwa selama beberapa dekade terakhir, masalah sosio-ekonomi tetap menjadi the most challanging issue yang dihadapi negara-negara berkembang, termasuk dalam dunia Muslim. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada banyak negara mayoritas Muslim masih di bawah rata-rata dunia. Di Indonesia, dimana mayoritas penduduknya adalah Muslim, kemiskinan dan ketimpangan pendapatan masih menjadi isu utama yang harus kita hadapi, walaupun perkembangan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah berkembang secara progresif.

Selanjutnya Sekretaris Daerah DI Yogyakarta, Gatot Saptadi, menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Keuangan yang telah menyelenggarakan seminar ini. Gatot mengungkapkan bahwa  tema yang diangkat pada seminar ini sangat penting, tidak hanya untuk Yogyakarta dan Indonesia, namun juga bagi umat Muslim secara keseluruhan.

Selanjutnya, Vice President Sector Operations & Acting Chief Economist of IDB Group, Dr. Mansur Muhtar dan  Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati menyampaikan keynote speech. Atas nama IDB, Mansur menyatakan dukungannya kepada pemerintah Indonesia untuk mengurangi kemiskinan & kesenjangan di Indonesia. Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati menyampaikan dalam keynote speechnya bahwa nilai-nilai dalam Islam sejalan dengan tujuan untuk mencapai SDG’s. Namun untuk mengembangkan instrumen keuangan syariah guna mencapai SDG’s, juga dibutuhkan pemikiran-pemikiran yang inovatif dan kreatif.

2nd AIFC kemudian dibuka secara resmi ditandai dengan pemukulan drum bersama-sama oleh Sri Mulyani Indrawati, Mansur Muhtar, Suahasil Nazara dan Gatot Saptadi. (cs/ps)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 37/KM.10/2017,   USD : 13,226.00    AUD : 10,591.85    GBP : 17,745.58    SGD : 9,819.87    JPY : 11,959.78    EUR : 15,782.37    CNY : 2,020.92