Penetapan Postur Sementara APBN 2018


Jakarta, Rabu (4/10): Pemerintah bersama dengan Badan Anggaran DPR RI pada hari Rabu (4/10) melakukan rapat Penetapan Postur Sementara APBN 2018. Rapat yang bertempat di Ruang Sidang Banggar DPR RI ini dihadiri oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia,  Agus Martowardojo, dan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro.

Rapat ini membahas perubahan beberapa nilai Asumsi Dasar Ekonomi Makro tahun 2018 sebagai hasil kesepakatan Panja A, dengan beberapa indikator yang menjadi bahan kalkulasi RAPBN 2018. Seperti perubahan Tingkat Bunga bunga SPN 3 Bulan dari 5,3% menjadi 5,2% dan Nilai tukar Rupiah yang sebelumnya 13.500 menjadi 13.400, Angka ini diyakini oleh Gubernur BI masih realistis dalam pertumbuhan ekonomi, inflasi dan nilai tukar yang berkembang di Indonesia.

Target penerimaan perpajakan disepakati sebesar Rp 1.618,1 T atau naik Rp 8,7 T dari target RAPBN 2018.  Di bidang penerimaan perpajakan, PPh Migas naik Rp 2,2 T akibat perubahan kurs dan juga dari sisi cost recovery. PPN Naik Rp 6,5 T sebagai akibat adanya extra effort penerimaan DJP. Dan target PNBP disepakati sebesar Rp 275, T atau naik Rp 7,6 T.

Dari seluruh indikator yang mengalami perubahan, Pendapatan Negara tetap meningkat dari Rp1.878,4 T menjadi Rp1.894,2 T. Selain sisi pendapatan, Belanja Negara juga meningkat dari Rp2.204,4 T menjadi Rp2.220,7 T. Sehingga penetapan Postur sementara mempertahankan defisit Negara sebesar 2.19% terhadap PDB.

Ketua Banggar DPR-RI Azis Syamsudin ini menutup dengan kata sepakat dengan beberapa catatan kepada pihak Pemerintah untuk memperhatikan poin-poin yang menjadi perubahan, khususnya di Alokasi Dana Desa, Belanja K/L, dan Subsidi. (atw/lnf/ev)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 40/KM.10/2017,   USD : 13,501.00    AUD : 10,540.84    GBP : 17,755.46    SGD : 9,902.59    JPY : 11,975.02    EUR : 15,845.42    CNY : 2,030.25