BKF Gelar Fiscal Day 2017


Jakarta, (05/10): Dalam rangka menyambut Hari Oeang ke-71 dan sekaligus mensosialisasikan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) kepada masyarakat umum dan netizen, BKF menyelenggarakan Fiscal Day 2017 pada hari Kamis-Jumat tanggal 5-6 Oktober 2017 di Gedung R.M. Notohamiprodjo dengan mengangkat tema “Good Policy for Better Future”. Pada Fiscal Day 2017 ini, juga digelar booth-booth pameran yang berisi informasi tentang BKF di lobi gedung R.M. Notohamiprodjo,  yaitu booth makro-fiskal, booth regulasi dan kebijakan, booth keuangan Internasional, serta booth publikasi dan kajian.

Melalui Fiscal Day 2017, diharapkan masyarakat umum dapat memperoleh informasi mengenai tugas dan fungsi BKF serta produk-produk kebijakan yang dihasilkan BKF. Fiscal Day 2017 terdiri dari beberapa rangkaian acara, yakni BKF Bersama Menteri Keuangan, Bincang BKF yang dipandu BKF Muda dengan tema ”Peran Milenial dalam Menyusun Kebijakan Fiskal”, dan Bincang Fiskal dengan Blogger.

Acara Fiscal Day 2017 yang bertempat di Gedung R.M. Notohamiprodjo ini diawali dengan BKF Bersama Menteri Keuangan. Membuka rangkaian acara ini, Kepala BKF Suahasil Nazara di hadapan Menteri Keuangan, beberapa pejabat eselon I, serta para pegawai BKF mempresentasikan mengenai apa saja yang sudah dikerjakan oleh BKF serta produk-produk unggulan yang dihasilkan BKF. Suahasil menjelaskan bahwa selama ini BKF telah menjadi knowledge manager, yaitu unit yang menghubungkan riset dengan kebijakan. Modal yang dimiliki BKF adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan berkualitas yang saat ini didominasi oleh generasi milenial, serta jejaring kerja luas yang perlu dipelihara dan diberdayakan. Beberapa produk-produk unggulan yang diterbitkan BKF antara lain Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) yang menjadi landasan penyusunan APBN, regulasi dan kebijakan terkait fiskal dan sector keuangan, serta dukungan kerja sama internasional.

Pada kesempatan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan arahan langsung kepada seluruh pegawai BKF. Sri Mulyani berharap pegawai BKF dapat berpikir secara radikal dan inovatif untuk melahirkan kebijakan yang baik. BKF harus menjadi unit yang cair dan terbuka terhadap segala masukan untuk perbaikan kebijakan. BKF harus menjadi intelejen Menteri Keuangan, yaitu cepat dalam merespons isu-isu di media sosial dengan menyediakan analisis singkat yang evidence based. Menutup arahan, Sri Mulyani menyampaikan bahwa jika BKF keren, Kementerian Keuangan akan jadi keren, karena artinya otaknya jalan, ototnya terlatih, dan hatinya selalu berada di tempat yang baik dan benar.

Setelah memberikan arahan kepada pegawai BKF, Sri Mulyani menyempatkan untuk berkeliling mengunjungi booth, menuliskan pesan, serta mengikuti game-game yang ada di booth. (cs/atw/ev/lns)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 49/KM.10/2017,   USD : 13,541.00    AUD : 10,210.46    GBP : 18,170.40    SGD : 10,025.91    JPY : 11,981.28    EUR : 15,962.94    CNY : 2,045.10