Menggali Inspirasi dari Asma Nadia


Jakarta, (11/10); Pembaca karya-karya fiksi di tanah air tentunya tidak asing jika mendengar nama Asma Nadia. Hal ini terang saja karena sampai dengan saat ini sudah 54 judul buku yang Ia terbitkan. Bagi yang bukan penikmat karya fiksi namun mengikuti industri layar lebar, pasti juga sudah pernah ikut terhanyut haru dengan sosok Arini – diperankan oleh Laudya Chintya Bella – yang begitu tegar menghadapi poligami dalam film “Surga yang Tak Dirindukan” atau ikut terharu bahagia melihat seorang Emak –diperankan Aty Cancer – yang dengan keterbatasan ekonomi namun akhirnya bisa pergi menunaikan ibadah haji ke Mekkah dalam “Emak Ingin Naik Haji”. Ya, film-film box office Indonesia tersebut merupakan film yang diangkat dari novel karya perempuan kelahiran Jakarta 45 tahun lalu, Asma Nadia.

Pustaka fiskal yang merupakan perpustakaan Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, pada hari Rabu (11/10) berkesempatan menghadirkan Asma Nadia dalam acara Diskusi Buku. Acara yang diselenggarakan di Aula lantai 2 gedung R.M. Notohamiprodjo dan dipenuhi oleh peserta dari berbagai unit eselon 1 di lingkungan Kementerian Keuangan ini, mengangkat novel terbaru Asma Nadia “Cinta 2 Kodi” yang diterbitkan Asma Nadia pada bulan Maret tahun 2017 sebagai materi bahasan. Novel yang banyak menginspirasi perempuan Indonesia ini bercerita tentang kisah jatuh bangunnya seorang pengusaha muslimah yang berhasil. Novel ini menjadi best seller dan akan segera diangkat ke dalam layar lebar.

Selain bercerita tentang proses penyusunan buku-bukunya, Asma juga bertutur panjang tentang proses kreatif penulisan sebuah karya serta memberikan berbagai tips menulis. Dikatakannya, riset adalah hal penting dalam penulisan buku, baik itu riset pustaka maupun riset secara langsung. Asma juga menuturkan bahwa penulis adalah pekerjaan yang tidak diskriminatif secara penampilan, jadi siapapun bisa jadi penulis. Bagi Asma, dengan menulis berarti kita mengabadikan proses jatuh bangun, keberhasilan dan kegagalan dalam menjalani kehidupan yang kelak dapat menjadi pelajaran untuk diri sendiri dan orang lain.

Asma Nadia yang juga pendiri Forum Lingkar Pena (FLP) dan penggagas RumahBaca AsmaNadia ini banyak bertutur tentang perempuan dalam novel-novelnya. Ia ingin agar perempuan-perempuan Indonesia menjadi baik dan siap menghadapi ujian kehidupan dan menjadi sandaran yang kokoh untuk keluarga, terutama anak-anak. Karena mengubah satu perempuan berarti mengubah satu keluarga. Jika seorang perempuan baik, maka keluarga akan menjadi baik dan akan ada anak-anak generasi penerus yang juga baik. Dan jika generasi penerus baik, maka bangsa dan negara di masa depan akan menjadi baik. (atw/ikp)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 49/KM.10/2017,   USD : 13,541.00    AUD : 10,210.46    GBP : 18,170.40    SGD : 10,025.91    JPY : 11,981.28    EUR : 15,962.94    CNY : 2,045.10