FGD Kajian Manfaat Dana Desa dalam Percepatan Pembangunan dan Pegentasan Kemiskinan Desa


Surakarta, (2/11): Bertempat di Hotel Novotel Surakarta, Jawa Tengah, pada tanggal 2 November 2017, Badan Kebijakan Fiskal menyelenggarakan Focus Group Discussion, dengan tema “Kajian Manfaat Dana Desa dalam Percepatan Pembangunan dan Pegentasan Kemiskinan Desa”. Acara yang bertujuan untuk mengevaluasi manfaat dana desa ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa; perwakilan pemerintah daerah serta akademisi. Acara yang berlangsung di Ballroom Borobudur I tersebut dibuka dengan Keynote Speech oleh Dewi Puspita, Kepala Bidang Kebijakan Keuangan Daerah, Pusat Kebijakan APBN, Badan Kebijakan Fiskal.

Diskusi diawali dengan pemaparan materi yang dimoderatori oleh Yoga Madya Raharja, Kepala Subbidang Pengelolaan APBD, Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Badan Kebijakan Fiskal. Materi pertama tentang hasil kajian Manfaat Dana Desa dalam Percepatan Pembangunan dan Pengentasan Kemiskinan Desa disampaikan oleh Agung Kurniawan Purnomo Putro, Kasubbid Dana Desa dan Perekonomian Daerah, Badan Kebijakan Fiskal. Ada tiga hal yang diperoleh dari hasil kajian Dana Desa tersebut, yaitu 1) Didapatkan reformulasi perhitungan Dana Desa melalui analisis distribusi dana desa dan keterkaitannya dengan kemiskinan dan kondisi geografis desa yaitu Alokasi Dasar:Alokasi Afirmasi:Alokasi Formula = 77:3:20, 2) Agar tujuan Dana Desa dapat tercapai, maka prioritas penggunaan Dana Desa dilakukan untuk program/kegiatan bidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kewenangan desa, kebutuhan pembangunan dan disepakati dalam musyawarah desa, serta sesuai dengan prioritas Pemda Kab/Kota, Pemda Provinsi, dan Pemerintah, 3) Program Dana Desa yang telah berlangsung selama Tahun 2015-2017 mampu mengurangi angka kemiskinan sebesar 1,33%, namun perlu diperhatikan kembali dalam hal pembinaan dan pemberdayaan masyarakatnya.

Pembicara kedua, Hendro Pranoto, S.E., M.M., Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Partisipasi Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kabupaten Karanganyar menyampaikan bahwa fokus penggunaan dana desa di Karanganyar pada Tahun 2017 adalah Pembangunan Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat. Pembangunan infrastruktur di Karanganyar diharapkan menjadi efek multiplier karena bisa memaksimalkan penggunaan material lokal, tenaga kerja lokal, dan kegiatan ekonomi yang tumbuh akibat hasil pembangunan. Evaluasi pelaksanaan dana desa di Karanganyar terletak pada perlunya peningkatan kompetensi dan fokus aparatur desa dalam pengelolaan Dana Desa tersebut. Pada Tahun 2017, terdapat sebuah desa di Karanganyar yang berhasil menyabet Juara II Lomba Desa Nasional 2017, yaitu Desa Karanglo.

Materi terakhir disampaikan oleh Lukman Hakim, S.E., M.Si., Ph.D., akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dalam paparannya, beliau menitikberatkan pada evaluasi penggunaan Dokumen RPJMDes yang belum dioptimalkan penggunaannya sebagai acuan rencana kerja pemerintah desa serta prasyarat pencairan dana transfer. Kondisi tersebut menurutnya akan menimbulkan tantangan bagi pembangunan, seperti minimnya data dan informasi pelaksanaan pembangunan, mengabaikan kalender musim, terkesan long-list, belum menggambarkan adanya target capaian indikator kerja, belum menjadi alat kontrol keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan. Lukman menekankan solusi yang bisa ditawarkan agar penggunaan Dokumen RPJMDes ini dapat maksimal, yaitu dengan dilakukannya pendampingan terhadap Pemda, Tim Penyusun RPJMDesa, dan Pihak ketiga yang mampu menjembatani antara Pemerintah Desa dan Masyarakat Desa.

Pada sesi diskusi, beberapa pertanyaan menarik yang dilontarkan oleh peserta antara lain terkait prioritas yang belum sesuai dengan kondisi desa di Indonesia, evaluasi pelaksanaan dana desa di Indonesia, pendamping desa yang masih kurang optimal, serta regulasi yang sementara overlap antara Kementerian Desa dan Kementerian Dalam Negeri. (as/is)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 49/KM.10/2017,   USD : 13,541.00    AUD : 10,210.46    GBP : 18,170.40    SGD : 10,025.91    JPY : 11,981.28    EUR : 15,962.94    CNY : 2,045.10