Penerapan Earmarking Cukai Hasil Tembakau di Indonesia: Regulasi dan Konsep Ideal

Eddy Mayor Putra Sitepu

Abstract

Konsumsi rokok telah menyebabkan kematian atas setengah dari konsumennya (WHO, 2016), sehingga perlu tindakan dalam skala luas untuk melindungi masyarakat dari bahaya rokok. Di Indonesia, kebijakan earmarking telah diterapkan sejak 2008, namun hasilnya belum seperti yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis: tujuan kebijakan earmarking melalui DBH CHT; proporsi alokasi DBH CHT untuk pemerintah daerah; dan dasar alokasi DBH CHT yang tepat. Metodologi yang digunakan adalah studi literatur dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis komparatif dengan membandingkan berbagai alternatif dasar alokasi yang dapat digunakan untuk pengalokasian DBH CHT. Berdasarkan hasil penelitian, tujuan dari kebijakan DBH CHT harus dirancang ulang untuk mengakomodasi langkah-langkah yang diperlukan dalam mengatasi eksternalitas negatif akibat merokok. Selanjutnya, tingkat redistribusi harus diubah dari tingkat kabupaten/kota menjadi tingkat provinsi untuk meningkatkan lingkup kebijakan dan ruang lingkup tindakan. Terakhir, dasar alokasi harus didesain ulang karena dasar alokasi saat ini akan mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi rokok daripada mengendalikannya.

Full Text:

PDF

References


Action on Smoking and Health. (2013). ASH Briefing: UK Tobacco Control Policy and Expenditure.

Diakses pada 21 April 2014, dari http://www.ash.org.uk/files/documents/ASH_667.pdf.

Baumol, W. J., Lee, K. S., Wood, A., Nelson, J. M., Binswanger, H. P., von Braun, J., McCleary, W.,

Ahmad, E. (1991). The World Bank research observer 6 (1). Washington DC ; World Bank.

Baumol, W. J., & Oates, W. E. (1975). The theory of environmental policy: externalities, public

outlays, and the quality of life. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.

Buchanan, J. M., & Flowers, M. R. (1987). The public finances: an introductory textbook. Homewood,

Ill.: Irwin.

Center for Disease Control and Prevention. (2014). Health Effects of Cigarette Smoking. Accessed on

April 2014, from

http://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/health_effects/effects_cig_smoking/.

Deran, E. (1965). Earmarking and expenditures: A survey and a new test. National Tax Journal, 18(4),

-361.

Enoch, M., Nijkamp, P., Potter, S., & Ubbels, B. (Eds.). (2003). Unfare Solutions: Local earmarked charges to

fund public transport. New York: Routledge.

Ernst & Young. (2015). Kajian Singkat Potensi Dampak Ekonomi Industri Rokok di Indonesia.

Jakarta: PT Ernst & Young Indonesia.

Francis, J. A., et al. (2010). Policy-driven tobacco control. Tobacco Control 2010 19: i16-i20. Diakses pada 21

April 2014, dari http://tobaccocontrol.bmj.com/content/19/Suppl_1/i16.full.pdf.

Gayer, T. & Rosen, H. (2013). Public Finance. McGraw-Hill Education.

GhanaWeb. (2012). Government earmarks GH¢907 million for road sector. Diakses pada 1 November

, dari http://www.ghanaweb.com/GhanaHomePage/NewsArchive/artikel.php?ID=232775

Guindon, G., et al. (2003). Higher tobacco prices and taxes in South East Asia: an effective tool to

reduce tobacco use, save lives and generate revenue. Health, Nutrition and Population (HNP) Discussion

Paper. Washington D.C.: The World Bank.

Health Canada. (2013). Tobacco – Reports and Publications, “A National Strategy”. Diakses pada 21

April 2014, pada http://www.hc-sc.gc.ca/hc-ps/pubs/tobac-tabac/ns-sn/index-eng.php.

Institute for Transportation & Development Policy (ITDP). (2014). Best Practice in National Support

for Urban Transportation Part 2: Growing Rapid Transit Infrastructure — Funding, Financing,

and Capacity. New York: ITDP.

Karki Y.B., et al. (2003). The economics of tobacco in Nepal. HNP Discussion Paper, Economics of Tobacco

Control Paper No 13. Washington D.C.: World Bank. Available on line at

www.worldbank.org/tobacco.

Kementerian Dalam Negeri. (2013). Daerah Otonom (Provinsi, Kabupaten, dan Kota) di Indonesia per

Desember 2013.

Kementerian Keuangan. (2009). PMK Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan

Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil

Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

McCleary, W. (1991). The earmarking of government revenue: a review of some World Bank experience.

The World Bank Research Observer, 6(1), 81-104.

Ministry of Labour – India. (2003). Welfare Funds. Accessed from http://www.labour.nic.in/dglw/We

lf_Fund.html.

Reno, W. (2006). Congo: From state collapseto ‘absolutism’, to state failure.Third World Quarterly, 27(1),

-56.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2007 tentang

Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang

Pemerintahan Daerah.

Rosen, H. (1995). Public finance. Homewood Ill.: Irwin.

Smart Company. (2013). Why we’ll happily pay the NDIS Medicare levy – just don’t call it a tax.

Diakses pada 1 November 2016, dari http://www.smartcompany.com.au/finance/tax/31504-whywe-

ll-happily-pay-the-ndis-medicare-levy-just-don-t-call-it-a-tax/

State of Tobacco Control. (2014). Accessed on 21 April 2014, from

http://www.stateoftobaccocontrol.org/.

Teja, R. S., & Bracewell-Milnes, B. (1991). The case for earmarked taxes: Government spending and

public choice. IEA.

Thai Health Promotion Foundation (ThaiHealth). (2003). About ThaiHealth. Accessed from

http://www.thaihealth.or.th/en/english_about001.html.

Tobacco Atlas. (2016). Cigarette Use Globally. Diakses pada 17 Oktober 2016, dari

http://www.tobaccoatlas.org/topic/cigarette-use-globally/

Wibbels, E., & Rodden, J. (2006). Business cycles and the political economy of decentralized finance:

lessons for fiscal federalism in the EU. P. Wierts et al., Fiscal Policy Surveillance in Europe, Macmillan.

World Health Organization. (2008). WHO Report on the Global Tobacco Epidemic. Geneva: WHO

Press.

World Health Organization. (2016). WHO global report on trends in tobacco smoking 2000-2025.

Diakses pada 17 Oktober 2016, dari

http://www.who.int/tobacco/publications/surveillance/reportontrendstobaccosmoking/en/index

html#content


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Kajian Ekonomi dan Keuangan